Opini

Cangkul yang Lebih Tajam dari Pikiran

Cangkul yang Lebih Tajam dari Pikiran

Keempat, ia menjadi semacam meditasi bagi pikiran. Tempat kita merapikan kembali apa yang semrawut di dalam kepala.

Kelima, ia memperpanjang hidup dengan cara yang berbeda. Karena boleh jadi, ketika tubuh sudah tidak ada, tulisan masih terus dibaca.

Dan di titik ini, saya mulai berpikir ulang. Mungkin yang perlu saya lakukan bukan memilih antara bertani atau menulis. Tapi menghidupkan kembali apa yang pernah saya miliki.

Menggali lagi girah lama yang sempat terkubur. Lalu menggandengnya, berjalan bersama dalam sisa perjalanan hidup yang singkat ini.

Saya tetap seorang petani. Namun mungkin, saya tidak harus berhenti menjadi seorang penulis.