Opini

Corona: Takut, Panik, Santai, Cuek… Atau?

Corona: Takut, Panik, Santai, Cuek… Atau?

Mungkin saya termasuk orang yang takut. Setidaknya, hari ini saya melihat melihat jumlah angka kematian lebih tinggi dari angka kesembuhan. Memang untuk ukuran penduduk Indonesia yang ratusan juta jiwa, angka kematian 55 orang itu kecil. Tetapi dari sisi persentasi, 8,1 % itu jumlah yang besar.

Saya juga membaca bahwa jumlah kematian dunia akibat virus ini mencapai 16,587 orang. Jumlah ini jelas secara akumulatif sangat besar. Belum lagi bicara tentang orang yang memerlukan perawatan, jumlah pasti lebih banyak. Hitungan sederhananya, satu orang sakit memerlukan bantuan tenaga kesehatan dan keluarga yang merawatnya. Jadi berapa orang yang terlibat? Belum lagi biaya yang dikeluarkan dan nilai non-materialnya.

Karena itu dalam beberapa kesempatan ketika ada postingan di group soal “jangan panik”, “jangan takut virus”, “virus ini tidak bahaya”, dan “orang yang terkena bisa sembuh sendiri”, jika maksudnya agar orang berani dan lalu abai terhadap bahaya virus, saya merasa sangat prihatin. Rasanya, “niat begitu”—semoga saya salah, menjadi kontraproduktif dengan tindakan-tindakan yang diambil pemerintah sekarang ini.