Saya sebagai anak muda yang sampai hari ini diberikan kekuatan untuk menggunakan akal, pikiran, dan tenaga siap menyaring paham-paham di luar norma fitrah manusia. Paham intoleransi amat merusak dan di luar kesejatian seorang manusia dalam bertindak. Anak muda sebagai tonggak perubahan dan garda terdepan dalam pembangunan, pertumbuhan, dan perkembangan, serta kemajuan suatu negara harus dimanfaatkan seutuhnya dalam menyaring paham radikal ini.
Tidak bisa dipungkiri, kawula muda adalah sasaran empuk paham intoleransi. Maka sudah barang tentu penangkalnya pun mesti dari kawula muda. Keseimbangan secara rentang usia ini sangat efektif melawan perkara pelik bangsa kita. Cukup hanya mengikutsertakan intelektual yang sudah renta. Bukankah penerus mereka adalah anak muda. Saatnya kita sling merangkul, semua elemen masyarakat harus terlibat, tentu pemuda tameng utamanya.
Saya anak muda. Saya berkompeten dalam bidang kepenulisan buku, artikel, dan esai. Saya telah membuat empat judul buku murni hasil karya saya sendiri dan saya sumbangsihkan untuk pembaca. Saya pun senang melirik budaya masyarakat tradisional yang sarat toleransi antarsesama maupun di luar kesamaan, baik suku maupun agama. Saya muslim, dan saya sangat mencintai toleransi.
