Kelemahan kedua adalah ‘bad English’. Informasi yang disampaikan dalam publikasi ilmiah mesti akurat. Karena itu, selain tata bahasa juga diksi menjadi penting. Istilah yang digunakan mesti istilah yang berlaku pada bidang yang bersangkutan. Para editor manemukan kenyataan yang sebaliknya. Banyak digunakan kata-kata yang ‘non-standard Engglish’.
Untuk mengatasi berbagai kelemahan itu, pertama-tama disarankan agar bersabar dan maju terus. Tidak mudah putus asa. Tidak cepat patah semangat. Yang kedua, agar berkolaborasi dengan peneliti lain. Juga membuat jejaring dengan sejawat baik secara nasional, regional maupun internasional. Saran keempat, agar meniru gaya sajian penulis lain, terutama tulisan para peneliti kesohor. Saran kelima, agar mentaati pedoman penulisan dari jurnal yang bersangkutan. Termasuk kode etik tulisan ilmiah. Dan, saran yang terakhir adalah melakukan ‘linguistic editing’ dengan cermat. Cermati agar tidak ada kesalahan editorial dan tipografikal.
Satu hal yang tidak banyak disadari manfaatnya adalah membuat tulisan dan diri kita visibel. Dengan kemajuan teknologi informasi dan teknologi komunikasi sekarang ini banyak cara yang dapat dilakukan agar tulisan dan penulisnya visibel. Misal membuat blog, Vlog, serta sejumlah aplikasi medsos yang lain. Tulisan, gagasan serta apa yang sedang dilakukan diunggah di situ.
