Opini

Festival Cap Go Meh, Keramaian yang Luar Biasa

Festival Cap Go Meh, Keramaian yang Luar Biasa

Sudah lama saya tak lihat situasi begini. Terakhir dahulu, sudah lama, sewaktu ada kegiatan Pameran Pembangunan di Pontianak. Beberapa kegiatan pameran, atau sejenisnya, masih kalah ramai.

Alasan tidak ramai, macam-macam. Ada sebab, karena bukan hari libur. Katanya, malam Selasa, Rabu, Kamis, orang enggan keluar. Orang suka keluar rumah ujung Minggu, terutama malam Ahad.

Ada juga yang bilang, sebabnya karena bulan tua. Ya, malam itu, tanggal 28. Puncak kekeringan orang bergaji.
Ini, malam itu, alasan malam libur dan tanggal tua terbantah.

Tiba-tiba saya ingat peristiwa tahun 1990, saat pameran di terminal Siantan. Dalam desakan orang-orang itu saya didorong ke arah lapak orang. Dan, beberapa menit kemudian, saya baru sadar dompet di kocek belakang celana sudah raib. Rupanya, sewaktu dipepet itu ada skenario pencopet menceluk saya saya. Nasibb…

“Harus hati-hati”.

“Hebat ya sekarang. Orang ramai begini tak dengar ada copet beraksi”.

Saya pulang dengan kesan yang mendalam. Luar biasa. (Baru kemudian, belakangan saya dengar malam itu ada copet yang tertangkap dan beberapa orang kehilangan barang di tengah keramaian itu).