Opini

FKPT, Terorisme dan Budaya Lokal

FKPT, Terorisme dan Budaya Lokal

Suasana cukup hangat dengan beberapa sentilan. Tawa hadirin pecah mengiringi senyum-senyum Suhardi yang sesekali menjadi sasaran. Bahasa dan logat Betawi yang khas menyentuh kesadaran mengenai penggunaan bahasa dan identitas sebuah komunitas.

Cukup sering saya mengikuti kegiatan nasional, namun seingat saya baru kali ini ada kegiatan yang menampilkan salah satu budaya lokal, Jakarta. Selebihnya hanya melihat tampilan dan aksi di TV.

Bahkan, rasanya sepanjang mengikuti kegiatan lokal di Kalbar jarang-jarang atraksi budaya lokal ditampilkan. Kekecualiannya, ketika kegiatan budaya diselenggarakan memang bentuk seni lokal Kalbar ditampilkan. Pada momen itu ada tari serta musik lokal dipertunjukkan.

Tentu menarik, mengaitkan pilihan BNPT menampilkan budaya lokal pada acara Rakernas ini. Lembaga yang menangani masalah terorisme ini nyatanya tertarik dan memberi apresiasi pada budaya lokal.
Pada paparan pemateri setelah pembukaan, dan pemateri-pemateri selanjutnya, barulah gambaran ini terhubung. Menurut penelitian BNPT tahun 2018-2019, budaya lokal merupakan salah satu daya tangkal radikal terorisme. Oleh karena itu, upaya sepatutnya, memberi ruang dan mengapresiasi budaya lokal harus dilakukan.