Opini

Homo Deus: Manusia yang dipertuhankan

Homo Deus: Manusia yang dipertuhankan

Sejarah manusia sudah berlangsung lama. Dimulai ketika ada lompatan dari materi ke organisme, menjadi binatang bersel satu, amuba, makhluk air, naik ke darat dengan berkaki empat dan atau bersayap untuk hidup di udara, tetap di darat dengan berkaki empat, berkaki dua, makhluk berdiri tegak (sapiens), dan sampailah manusia dewasa ini (homo sapiens).

Bagi penganut teori evolusi baru, Teilhard de Chardin, manusia mengalami baik proses perkembangan fisik maupun pekembangan psikis. Perkembangan fisik berpuncak pada kondisi fisik menusia sekarang ini. Tetapi, proses perkembangan psikis masih terus berkembang hingga memuncak pada ‘manusia super pribadi’. Pada tingkat itu, akan menyatu antara kebenaran nalar dan kebenaran iman.

Mungkin, Homo Deus-nya Harari ini merupakan salah satu dari deskripsi ‘manusia super pribadi-nya Teilhard de Chardin itu. Harari menggunakan disiplin ilmu kesejarahan untuk merangkai peristiwa dan pengalaman hidup manusia. Khususnya, ditekankan pada kemampuan yang dapat dicapai manusia seiring dengan eksistensi dan evolusinya sebagai makhluk yang paling dominan di alam semesta sembari mengarahkannya ke masa depan manusia, kelak.