Argumentsi yang dikembangkan Harari tentang masa depan bertolak pada tiga eksistensi manusia dewasa ini. Pertama, manusia menakhlukan dunia – ‘Homo sapiens conquers the world’. Kedua manusia memberi makna alam semesta – ‘Homo sapiens gives meaning to the world’. Dan, ketiga, manusia kehilangan kendali – ‘Homo sapiens loses control’.
Debat-debat filosofis tentang perkembangan manusia dibicarakan pada bagian pertama. Dari kemunculan makhluk hidup di ujung era materi hingga memuncak pada kemunculan manusia sebagai homo sapiens. Istilah ini dimunculkan oleh Carl Linnaeus, 1758, wise man / bhs Inggris, manusia yang bijaksana. Harari membahas dengan berbagai hubungan antara manusia dengan mekhluk hidup yang lain, khususnya binatang. Argumentasinya mengarah pada kenayataan bahwa terjadi ‘dominasi manusia’.
Di bagian kedua, dibahas rinci (h 181-252) tentang hubungan intersubjektivitas manusia sehingga terbentuk negara, agama, uang, perusahaan dalam skala multi-nasional. Hubungan intersubjektivitas inilah satu-satunya yang membedakan manusia dari makhluk hidup yang lain (binatang). Muncullah paham ‘kemanusiaan’ yang menjadi khas milik manusia. Atas nama kemanusiaan inilah manusia memberi makna alam semesta beserta isinya. Atas nama kemanusiaan, manusia mencari kekuasaan, kebahagiaan, serta lepas dari kematian.
