Ada dua komponen utama dari data, yaitu algoritma dan pemrosesan data. Seluruh alam semesta terbentang dalam dunia data. Yang membuat isi dunia beragam adalah pemrosesan data yang beragam.
Manusia ‘hanya’ merupakan algoritma. Suku-suku bangsa, misalnya, terbentuk karena pemrosesan data-nya berbada-beda. Demikian juga, terjadi pada pembentukkan tata ekonomi, tata budaya dsb yang beragam karena ada beragam pemrosesan data.
Pada tingkat ini, manusia akan mampu membuat manusia. Kloning binatang dan tetumbuhan menjadi salah satu pentujuk mengarah ke sana.
Manusia akan mencari cara untuk membuat dirinya tidak dapat mati. Manusia akan mengkloning dirinya sendiri, misalnya. Sampailah kita pada ‘HOMO DEUS’- man gods (manusia dewa).
Tentu saja, Profesor Harari tidak membiarkan penbacanya mengembangkan pemikiran yang ‘liar’ ini. Ia meninggalkan tiga (3) tertanyaan berikut ini.
- Are organism really just algorithms, and is life really just data processing?
- What is more valuable – intelligence or consciousness?
- What will happen to society, politics and daily life when non-conscious but highly intelligent algorithms know us better than we know ourselves?
Semoga kita dapat menjawab dengan mendasarkan diri pada nalar dan iman yang saling melengkapi!!
Pakem, Yogya
18-2-2020
