“Maafkan aku Inik Merry, atas kebodohanku. Ternyata, engkaulah yang mendanai seluruh pendidikanku. Sayang, Tuhan telah memanggilku lebih awal. Aku belum sempat meneruskan kebaikkanmu itu kepada banyak orang. Semoga di suatu waktu kelak kita dipertemukan lagi. Agar aku dapat mengucap beribu terima kasih padamu ”
Pakem Tegal 17-5-2020
Baca Juga:Pilkada dan Kemenangan Sejati
