Jalan yang bersemen pun, kecil –kurang satu meter lebarnya. Di beberapa bagian sudah pecah, berlubang.
Karena kondisi itu jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh menjadi sangat jauh. Lalu lintas keluar kampung sulit pada saat hujan.
Listrik juga masih terbatas. Kadang ada, kadang tidak.
Sinyal komunikasi hanya pada titik tertentu. Di sekitar mereka juga datang hilang.
Baca Juga:Menikmati Menara Eiffel di Malam Hari
Hal ini pasti ironis. Ironi, karena di era ini mereka mendengar fokus pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran. Mereka, orang pinggiran, yang nyatanya tidak mendapatkan perhatian saat fokus seharusnya diterima mereka.
Jika selanjutnya fokus berubah, habislah harapan dan kesempatan mereka.
Jadi…(*)
