Jika saya konsisten memanfaatkan waktu luang seharusnya karya saya di tahun 2020 jumlahnya dua kali lipat dibandingkan karya saya di tahun 2019 atau sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya saya bisa menulis 2 buku sendiri, dan lebih dari dua buku bersama, sepatutnya, tahun 2020 saya bisa menulis 4 buku sendiri dan lebih dari empat buku bersama.
Nyatanya,tidak. Meskipun sudah terpikir tentang hal itu dan ingin memiliki karya terakhir di tahun 2020, saya tidak segera menulis. Saya masih “sibuk” melihat hape, TV dan bermain. Justru itu, belakangan saya sangat sibuk dengan hape. Kadang-kadang untuk membaca tulisan ilmiah, mengajar, mengikuti seminar, ikut pengajian, tetapi lebih sering berlama-lama membaca pesan di WA Group menyangkut prokontra sesuatu. Tentang pujian dan bullyan. Tentang kebenaran dan hoax.
Hape saya pikir telah memperlihatkan adanya penyakit pada saya dan para penyampai pesan itu. Penyakit akut menyangkut kewarasan dan kesadaran diri. Setidaknya, WAG sangat banyak menyita waktu saya untuk hal sia-sia dibandingkan untuk hal yang bermanfaat dan menyehatkan.
Saya pikir, tahun 2020 saya lebih banyak membuang waktu dan kesempatan berkarya. Sedangkan waktu untuk mendorong diri dan orang-orang lain menjadi berkurang.
Lihat saja tabiat saya. Meskipun keinginan menulis sudah ada sejak awal malam, baru pada pukul 21.05. saya menyalakan laptop.
