Saya menambah bagian dari tulisan saya tentang Batu Ampar yang belum selesai. Saya menggarap data yang diperoleh dari kegiatan Kampung Riset 2020 di Batu Ampar bulan Oktober lalu. Niat awalnya ingin terbitkan buku tentang daerah pantai barat Borneo ini tahun 2020, tetapi, sampai akhir tahun tulisannya masih stagnan di angka 7000-an kata. Jumlah yang masih terlalu sedikit untuk diolah menjadi buku sendiri.
Karena mulai menulisnya sudah malam untuk ukuran saya, tidak lama kemudian serangan kantuk muncul. Saya ingin berhenti dan tidur.
Pukul 21.30 saya tutup file Batu Ampar dan memulai menulis esai ini. Sedikit mengeraskan hati melawan keinginan tidur. Saya ingin menyisakan kenangan di akhir tahun, dan niatnya juga untuk mengingatkan kawan-kawan yang lain.
Tulisan ini walaupun pendek, harap-harap dapat menjadi bahan renungan, refleksi diri, mengenai perjalanan hidup di tahun ini. Syukur-syukur kalau bisa menggugah dan menyadarkan pembaca agar bisa berkarya memanfaatkan waktu hidup yang tersisa.
Pukul 22.00. Saya mencoba mengirim tulisan ini pada admin teraju.id. Tetapi, tidak berhasil. Internet lemot banget…
Jumat, 1 Januari 2021, pukul 08. 40. Baru pagi ini tulisan ini dikirim.
Selamat jalan tahun 2020, selamat datang tahun 2021. Selamat berkarya, kawan-kawan. (*)
