Kehadiran karya penulis lokal tidak dapat disebutkan satu per satu, karena mereka sangat banyak. Baik yang baru berkarya satu dua buku maupun mereka yang sudah menghasilkan banyak buku. Sebagian besar adalah pekarya pemula dan mencoba berkarya, tetapi sebagian lagi adalah pekarya hebat, yang karyanya tidak kalah menarik dibandingkan penulis nasional. Andai saja penulis lokal terus berkembang tentu dunia kepenulisan dan perbukuan Kalbar akan semakin rancak di kemudian hari. Andai pemerintah daerah mau mendampingi mereka dalam berkarya pasti banyak hal positif untuk masyarakat Kalbar. Setidaknya, konstruksi ilmu lokal akan mempertimbangkan bahan-bahan itu. Mungkin juga rekayasa sosial pemerintah melalui pembangunan sosial juga bisa memilih jalur ini.
Keempat, antusiasme pengunjung tinggi. Setidaknya pada hari pertama kemarin jumlah pengunjung padat, ramai. Ribuan orang. Jumlah pengunjung yang dipatok panitia pasti terlampaui.
Berdasarkan percakapan saya dengan pengunjung yang mampir di stand Club Menulis, pengunjung berasal dari kalangan masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, wartawan,karyawan dan ibu rumah tangga.
