Opini

Kejutan di Kalbar Book Fair 2016

Kejutan di Kalbar Book Fair 2016

Minat membeli lumayan tinggi untuk ukuran bulan tua seperti ini. Stand buku murah Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp15 ribu, Rp20 ribu, atau stand dengan diskon, dipadati pengunjung, dan umumnya pengunjung itu membeli satu dua buku. Para pengunjung merasa mereka perlu datang ke KBF dan mereka tertarik pada buku-buku di stand. Mereka harus membeli ketika rasa ingin memiliki buku muncul.

Saya juga memantau dunia maya atau media sosial, antusiasme pada KBF 2016 sangat besar. Keinginan datang ke lokasi di Rumah Radakng terbaca, tinggi.

Fenomena ini mengingatkan saya pada lesunya dunia perbukuan global, maksudnya perbukuan cetak, setelah dunia perbukuan elektronik muncul, di satu sisi, di sisi lain saya juga teringat pernyataan seorang pengusaha perbukuan nasional : “Buku versi cetak tetap diperlukan orang, karena buku cetak tidak sana dengan e-book”.

Apa yang terlihat pada pengunjung dari sisi ini adalah adanya kerinduan pada pasar buku, khususnya untuk buku murah. Tugas semua pihak menyajikan buku yang sesuai dengan keinginan itu. Ada peran pemerintah membuat buku murah agar minat baca warga meningkat, dan gilirannya warga Kalbar menjadi masyarakat dengan budaya baca tinggi.

Semoga kejutan di KBF 2016 ini menjadi inspirasi untuk semua pihak. (*)