Opini

Kemeriahan Lebaran itu ada di Sini

Kemeriahan Lebaran itu ada di Sini

Uang yang dikeluhkan susah diperoleh, ternyata.. banyak juga. Barang yang dikhawatirkan langka dan naik, tetap diburu dan disedia.

Masjid yang disebut sepi tertutup, mungkin hanya beberapa saja nun di sana. Di sejumlah masjid kegiataan berjamaah tetap diselenggarakan. Jamaah berbilang orang tetap menyerikan suasana, terutama di malam hari.

Takbir dan tahmid menggema di ruang udara. Bersahut-sahutan antara satu masjid dengan masjid yang lain. Nada kesedihan tak tertangkap oleh telinga.

Pada malam ini, langit tetap memperlihatkan percikan kembang api. Gelegar petasan masih meletup di sana sini. Sekali lagi uang yang terbatas tetap tersedia untuk “bakar-bakaran” ‘bende’ penyerta pesta.

Semuanya nyaris sama. Semuanya nyaris tak mencerminkan suasana yang dibayangkan soal keprihatinan karena corona.

Lalu…

Kita akhirnya harus menyadari bahwa gaduh di media sosial soal corona mungkin cukup sampai di sini saja. Debat soal pasar dan masjid yang ramai, jelas tak banyak gunanya. Biarlah itu menjadi imajinasi.

Kini, kita fokus pada perayaan yang di depan mata. Pada kegiatan merayakan Idulfitri, pada takbir dan tahmid, serta pada kegiatan silaturrahmi.
Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. (*)