Opini

Keselamatan Telah Datang

Keselamatan Telah Datang

Seluruh waktunya ia dedikasikan untuk mengajar. Karena itu, untuk hidup bersama anak istrinya hanya mengandalkan gaji itu ditambah gaji istri yang juga PNS. Ia tidak punya sumber-sumber penghasilan lain. Juga tidak dari mengajar bimbel.

Walau demikian, ia juga punya angan-angan, seperti kawan guru yang lain, memiliki rumah dan kendaraan yang pantas. Ia pun menabung secara rutin.

Ketika menjelang pensiun, tabungan dibuka. Setelah digabung dengan tabungan isstri ternyata hanya cukup untuk membeli sebuah rumah. Itu pun berada di pedesaan, jauh dari kota. Cita-cita memiliki kendaraan bermotor yang lumayan lenyap. Tetapi, ia bersyukur telah memiliki rumah sehingga tidak berpikir uang kontrakan lagi setelah memasuki masa pensiun.

Dua-tiga tahun kemudian, ada kebijakan pemerintah yang menetapkan jalan dekat kampungnya menjadi jalan alternatif bagi kendaraan umum antar provinsi dan antar kota.

Karena berupa perempatan, maka di dekat kampungnya dibuka terminal. Banyak kendaraan umum yang masuk ke terminal untuk beristrihat sejenak. Ia bersyukur, walau tidak punya kendaraan sendiri, jika akan pergi ke suatu tempat sewaktu-waktu dapat menghubungi kendaraan yang berada di terminal. Jadi, tidak punya kendaraan pun tidak menjadi masalah.

Ia juga bersyukur, karena pengelola terminal menawari istrinya membuka warung makan di pinggir komp leks terminal. Sehingga, keluarga mendapat sumber keuangan tambahan selain gaji pensiun.