Sultan Hamid 2, yang lahir di tengah iklim pembentukan keindonesiaan ini, memulai karier militernya di KNIL Hindia Belanda. Ia bahkan turut berperang melawan Jepang dan sempat dipenjara oleh tentara “Matahari Terbit” tersebut. Ketika Dai Nippon menginvasi Kalimantan Barat pada tahun 1942, sebelum bergerak ke Jawa, sang ayah—tokoh sentral Pontianak—ditangkap Jepang. Tragisnya, jasad Sultan Muhammad baru ditemukan pada tahun 1946. Namun, kekosongan kesultanan tak berlangsung lama. Pada tahun 1945, Sultan Hamid 2 resmi mengisi takhta sebagai Sultan Pontianak.
Tahun keramat ini, pada 17 Agustus Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Sultan Hamid 2 yang dipenjara Jepang secara praktis bebas dan kembali bertugas sebagai abdi militer. Kota Pontianak? Saat itu masih kerajaan. Sultan Hamid 2 sebagai sultannya. Nasionalisme Sultan Hamid 2 bertumbuh sebagai raja, lepas dari karir militer yang sudah pernah diemban dan dicita-citakannya sebagai pandu. Ia keliling Kalbar menyerap aspirasi rakyat yang hendak bergabung sama Indonesia merdeka. Maka terbentuklah Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB).
