Anak muda ini lahir di tahun 1913. Tepatnya pada 12 Juli dari seorang ayah yang Raja Pontianak bernama Sri Sultan Muhammad Alqadrie. Leluhurnya membangun Kota Pontianak sejak 1771.
Darah bangsawan mengalir deras dalam dirinya, dengan garis keturunan ayah yang bersambung hingga Nabi Muhammad SAW. Namun, ada pula perpaduan unik dari sisi sang nenek, Nyai Tua—istri Al Habib Husein Alkadrie—yang merupakan seorang perempuan Dayak dari Ketapang. Perpaduan genetik ini seolah membenarkan teori bahwa persilangan ras dapat melahirkan individu cerdas luar biasa. Dan memang, kecerdasan Syarif Hamid tak tertandingi.
Sejak dini, bakatnya sudah terlihat jelas. Enam bahasa internasional berhasil ia kuasai berkat didikan Nona Fox, seorang guru berkebangsaan Inggris yang didatangkan khusus oleh sang ayah. Keputusan cerdas Sultan Muhammad untuk menitipkan pendidikan putranya pada guru Inggris, bukan Belanda, tentu memiliki alasan kuat yang menunjukkan visi jauh ke depan. Alhasil, penguasaan bahasa Inggris Sultan Hamid 2 begitu fasih, mengalir deras layaknya air.
