Dalam Bacaan II, Kol 1:12-20, Rasul Paulus menjelaskan tentang kehidupan iman (Lumen Fidei 17). Dengan menerima anugerah iman, kita menjadi ciptaan baru, sebagai anak-anak Allah. Ia melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya. Di dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Dalam Bait Pengantar Injil, Mrk 11:9.10, didaraskan: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”. Sebuah pujian dan pengakuan kepada Yesus yang datang atas nama Tuhan.
Bacaan Injil, Luk 23:35-43, mendeskribsikan sikap orang-orang di sekitar kayu Salib. Banyak orang yang mengejek dan mencemooh Yesus. Tetapi ada satu orang, seorang penjahat, yang bersikap lain. Ia berkata kepada Yesus: “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!”. Seketika itu juga Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus”. Yesus menunjukkan bahwa dirinya adalah raja- Raja Semesta Alam.
‘Kalau begitu apa masalahnya?’
Mencermati tiga bacaan hari ini, kita melihat perbedaan cara menghayati iman menurut Perjanjinan Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama iman mereka mengarah kepada Yesus yang akan datang. Dalam Perjanjian Baru iman kita mengarah kepada Yesus yang telah datang. Yesus sebagai Raja Semesta Alam.
