Opini

Makanan Enak dan Relativitas Kehidupan

Makanan Enak dan Relativitas Kehidupan

Tentu saja kondisi itu kontras dengan pandangan awam tentang makanan kafe hotel bintang. Makan di ruang kaca ber-ac, dengan banyak pilihan menu, dengan harga yang pasti mahal, dilayan orang pelayan yang berseragam dan segar, dalam pandangan umum pasti wah, dan enak. Pasti banyak yang ingin, dan mungkin banyak yang menghayalkannya.

Tetapi, rupanya, fakta yang terlihat tidak seperti itu. Apa yang enak, kalau sudah lama, kalau sudah biasa, bisa menjadi tidak enak lagi, tidak wah lagi.

Begitulah bentuk relativitas kehidupan. Makna enak menjadi relatif. Enak menurut orang tertentu belum tentu sama ukurannya dibandingkan yang lain. Bagi lidah orang miskin enak akan berbeda dibandingkan lidah orang kaya.
Enak menurut ukuran hari ini belum tentu enak menurut ukuran besok. Tak enak hari ini, bukan berarti akan tak enak di waktu yang akan datang. (*)