Opini

Mata dan Pikiran Publik

Mata dan Pikiran Publik

Pamungkasnya sampai ketika kembalinya HRS dari Arab Saudi, dimana para pengikut beliau sempat memutihkan sebagian Jakarta. Dari moment ini, polemik terus menggelinding menjadi bola liar. Sampai kepada kasus yang terakhir ini (penembakan terhadap pengawal HRS).
Penulis tidak akan masuk kepada substansi atau kebenaran informasi terkait penembakan ini. Biarlah kita percayakan kepada pihak yang berwenang untuk mengungkap kebenarannya. Penulis cukup mendiskusikan bagaimana sebuah narasi di konstruksi dan dipropagandakan, sehingga publik membenarkan sendiri dengan latar belakang kepentingan dan subjektifitasnya, sampai kerancuan akan kebenaran.

Secara teori, elit (dalam hal ini bisa negara, alat kekuasaan dan kekuatan massa) memiliki power dan instrument untuk menciptakan narasi. Karena mereka ada pada level pelaku atau aktor kekuasaan, maupun kekuatan massa. Mereka dapat dengan mudah menggunakan segala modal politik dan modal sosial mereka untuk membangun pembenaran atas apa yang mereka narasikan. Termasuk, mereka punya kemampuan untuk memanipulasi kebenaran, atau memutar balik fakta.