Namun setidaknya, dari yang saya lihat:
bahasa tidak hidup karena program semata. Ia hidup karena dipakai. Di rumah. Di warung. Di jalan. Di ruang-ruang kecil yang tidak pernah masuk laporan.
Dan mungkin, selama itu masih ada,
kita belum benar-benar kehilangan.
Baca Juga:Siapakah Corona?
