Pertama, Syirik adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang syirik adalah orang yang bergantung kepada selain Allah. Bergantung kepada selain Allah adalah perusak hati yang paling besar. Tidak ada perusak hati yng paling berbahaya daripada perusak hati ini, dan tidak ada yang memutuskan kemaslahatan dan kebahagiaan orang melainkan perusak ini. Karena seseorang bergantung kepada selain Allah, maka Allah Ta’ala akan mewakilkan urusan-Nya kepada sesuatu yang menjadi tempat dia bergantung tersebut. Dan dia menghinakannya karena tindakannya bergantung kepada selain-Nya itu.Dia telah kehilangan kesempatan memperoleh tujuannya dari Allah Ta’ala karena dia telah bergantung selain Allah, dank arena dia telah berpaling kepada selain-Nya.Sehingga bagiannya untuk Allah tidak diterima, sedangkan angan-angannya untuk selain Allah tidaklah sampai.
“Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.” (QS. Maryam:81-82).
Maka orang yang paling terlantar adalah orang yang bergantung kepada selain Allah, karena sesuatu yang hilang darinya beraupa kemashlahatan, kebahgiaan dan kesenangannya adalah lebih besar daripada sesuatu yang dia dapatkan dari bergantungnya kepada selain Allah. Bahkan sesuatu yang dia dapatkan itu pun Nampak akan hilang dan punah.
