Kedua, Obat kedua adalah Cinta kepada Allah. Cinta kepada allah merupkan terapi yang paling mujarab bagi hati. Apalagi cinta itu merupakan akar ibadah dan pengabdian. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah;mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, mereka amat sangat cinta kepada Allah.”(QS. Al-Baqarah : 165)
Ketiga, Selalu mengingat Allah ta’ala dalam setiap keadaan, dengan lisan, hati, dan perbuatan. Jadi, bagian yang diperoehnya dari cinta adalah sesuai dengan kadar dzikirnya.
Keempat, Mengutamakan cinta Allah Ta’ala kepada sesuatu daripada cinta diri sendiri kepada sesuatu yang lain yang didominasi oleh hawa nafsu dan berusaha mencapai cinta kepada apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala walaupun jalur menu ke sana sangat sulit.
Kelima, menela’ah asma dan sifat Allah Ta’ala dengan hati, mempersaksikannya dan mengenalnya, hati terus menerus menelaah hal itu di dalam medan olah makrifah ini. Maka siapa yang mengenal Allah Ta’ala dengan nama-nama-NYa dan sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya, maka dia pasti mencintai-Nya.
Keenam, menyaksikan kebaikan ihsan, dan tanda kekuasaan Allah Ta’ala, serta nikmat-nikmatNya yang lahiryah ataupun bathiniyah. karena semua itu membangkitkan cinta kepada Allah Ta’ala.
