Opini

Mengenang Hari Berkabung Daerah dengan Pemasangan Bendera Setengah Tiang

Mengenang Hari Berkabung Daerah dengan Pemasangan Bendera Setengah Tiang

Zulfidar dan Syarif Muhammad Herry juga bergerak ke DPRD Kalbar. Naskah rekomendasi diusulkan ke Badan Musyawarah. Saat itu Ketua DPRD dijabat Ir H Zulfadhli. Ketuk palu tiga kali sidang mengesahkan Perda Hari Berkabung Daerah. Perda diteken Gubernur Usman Ja’far. Kemudian di penghujung tahun, tampuk pemerintahan berganti ke pundak Drs Cornelis, MH. Dan di zaman Cornelis, lahir Pergub tentang tata cara upacara Hari Berkabung Daerah.

Saya dkk jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat sempat menulis buku tentang Genosida Mandor dengan jumlah korban 21.037 jiwa tersebut. Berikut foto yang pernah dimuat di Antara. Pada teks foto Antara yang ekspose pada 25/6 sbb – GENOCIDE KALBAR. Pemerhati Sejarah Tragedi Mandor, Nur Iskandar, memperlihatkan buku ‘Genocide Kalimantan Barat 1942-1945’, usai launching di Tribune Institute, Pontianak, Kalbar, Sabtu (25/6). Buku Genocide Kalbar yang berisi kumpulan tulisan dari empat budayawan dan enam jurnalis tersebut, menceritakan tentang sejarah peristiwa pembantaian terhadap 21.037 rakyat Kalbar yang dilakukan oleh tentara Jepang pada 1942 hingga 1945 di Mandor, Kabupaten Landak, Kalbar. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/ed/pd/11. Begitu sedikit kenangan menyoal Hari Berkabung Daerah dengan pengibaran bendera setengah tiang.