Opini

Menikmati Kota Rotterdam, Mengunjungi Kubuswoning

Menikmati Kota Rotterdam, Mengunjungi Kubuswoning

“Pesawat yang membawa bom sudah telanjur terbang dan mengebom Kota Rotterdam pukul 13.30”, jelas Fridus lagi. Karena mereka pikir Belanda tidak merespon ultimatum sampai pukul 12.30, kru pesawat yang mengebom tidak tahu kalau batas waktu diundur sampai pukul 16.20.

Kami bertiga terus berjalan, sambil mendengarkan cerita Fridus yang sangat ramah ini, menyusuri Coolsingel, jalan raya tersibuk di Rotterdam, lalu berbelok di pusat pertokoan Beurs menuju kubuswoning Blaak yang terkenal.

Sampai di Blaak, terbentang dari depan perpustakaan kota sampai ke Jalan Meent, yang dijual di sana macam-macam, dari sayur mayur, buah-buahan, berbagai barang bekas, meubel, sampai bunga segar dan pernak-pernik elektronik. Di Belanda, markt biasanya digelar dua kali seminggu dan tiap kota punya jadwal masing-masing.

Kubuswoning di Rotterdam bukan satu-satunya rumah kubus di Belanda. Di Helmond, Brabant Utara, juga ada bangunan serupa. Kedua kompleks rumah kubus ini dibangun oleh arsitek Piet Blom sebagai tandingan atas gaya arsitektur paska Perang Dunia kedua.

Alih-alih membangun gedung besar bergaya modern yang populer di masa itu, Blom membangun rumah kubus yang luasnya tidak seberapa, kalau tidak bisa dibilang sempit.