Opini

Menikmati Lebaran dalam “Kesunyian”

Menikmati Lebaran dalam “Kesunyian”

Kita akan menyambutnya dalam skala terbatas bersama keluarga. Konsumsi kue hanya untuk keluarga dan semoga bisa berbagi dengan tetangga. Rumah renovasi hanya ditengok sendiri. Lebaran hanya bersama keluarga atau teman terbatas.

Apakah semuanya terasa ada yang kurang? Apakah akan terasa hambar.

Mungkin. Tetapi, sebagai masyarakat visioner kita pasti kreatif. Toh, bagaimana suasananya kita sendiri yang menciptakan.

Esensi peringatan ada di hati masing-masing. Kalau dinikmati, ramai tidak ramai bukan masalah. Kalau tidak dinikmati, ramai dan tidak ramai pasti menjadi masalah. Jadi, yuk, nikmati saja!

Percayalah pada rahasia Allah di sana. Ada kebaikan yang Allah sediakan untuk kita di tengah kesendirian. Baik yang kebaikannya bisa dinikmati langsung, kontan, maupun kebaikan yang baru bisa dirasakan di masa-masa mendatang. Insyaallah. (*)