Home > Opini > Merindukan Parit yang Hilang

Merindukan Parit yang Hilang

Oleh: Sahroh

Akhir akhir ini warga di sekitar rumah saya lagi menggadang-gadangkan soal parit, dan bagai mana solusi yang tepat untuk mengatasi parit di sekitar rumah saya.

Ya, saya tinggal di Siantan tepatnya di Jalan Darma Putra. Dulunya Darma Putra dikenal dengan sebutan Sungai Putat. Dulu, Sungai Putat dikenal dengan sungai yang bersih jernih. Bahkan saking jernihnya ikan-ikan pun nampak dari permukaan. Saya menikmatinya pada saat saya kecil dulu. Sewaktu saya kecil dulu saya sering berenang di sungai dan para ibu rumah tangga di sekitar rumah saya pada mandi dan mencuci baju di parit.

Tapi sekarang keadaannya sangat jauh berbeda. Air parit sekarang hitam pekat, bahkan di saat hujan airnya menjadi kotor dan berbau.

Banyak sekali warga yang belum sadar arti pentingnya kebersihan. Orang-orang dengan seenaknya membuang sampah sembarang. Sehingga saya pun tidak pernah lagi mandi di parit. Kami mengganti air parit dengan air ledeng.
Inilah yang menjadi persoalan yang lagi dibicarakan oleh RT dan RW di Darma Putra.

Kemarin di gang saya dilaksanakan pertemuan antar RT RW dan warga untuk mengatasi masalah ini. Pertemuan itu diadakan di surau di samping rumah saya.

Dan akhirnya warga sepakat membersihkan parit -parit setiap hari Minggu, dan bahkan mengadakan acara pesta rakyat di sekitar gang saya. Warga pun sangat antusias.

Sekelompok komunitas melukis, terlihat sedang melukis di dinding rumah warga tepi jalan. Mereka melukis seorang nelayan yang sedang ingin menangkap ikan tapi nelayan tersebut kebingungan karena begitu banyak sekali sampah di sekitar sungai.

Saya sangat berharap parit di sekitar rumah saya dapat bersih dan orang-orang sadar betapa pentingnya kebersihan itu karena kebersihan itu sebagian dari iman. (Penulis mahasiswa BKI IAIN Pontianak)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

Yudi Latif Badan Pengarah Ideologi Pancasila

Yudi Latif, sang “Pancasila Berjalan” sodorkan PERMA

Pukul 8 pagi lewat sedikit, 10/12, saya tiba di Rumah Melayu. Melompong. Lengang tepatnya. Tentu …

teraju.id