Aku beruntung pernah menjadi bagian dari dua keadaan itu, sehingga dapat membandingkan kedua era itu. Sebuah pengalaman yang berarti yang pasti tidak banyak yang memiliki. Tidak dimiliki orang yang hidup di era almarhum bapak yang sudah tiada, dan juga tidak dimiliki anak-anakku yang baru tumbuh.
Tapi, aku juga malang. Aku tak bisa menyumbang banyak untuk menjembatani dua generasi itu. Meskipun tak putus total, tetapi rasanya tak pula tersambung rapi.
Tentu maklum… bukan seniman. Bersastra saja aku payah. Ucapan lebaran yang indah terpaksa kucopi untuk kukirim pada para sanak. Padahal, pengirim asalnya ada nun jauh di Jawa, Sumatera, bahkan Malaysia.
Nasiblah generasi di bawahku. Mereka menerima warisan copi paste dariku.
Riam Panjang, 4 Juni 2019/Hari terakhir puasa 1440.
