Opini

Milenial dan Rupa Sejarah, Kanal Bersama Untuk Satu Langkah

Milenial dan Rupa Sejarah, Kanal Bersama Untuk Satu Langkah

Tempo hari, minggu 1 September 2019 kami diundang oleh komunitas Kampoeng English Purnama (KEP) untuk berdiskusi soal sejarah, sejarah Lambang Negara Garuda Pancasila dan sang perancangnya, Sultan Hamid II. Komunitas ini, komunitas milenial, komunitas generasi muda. Mereka terafiliasi dengan Bina Antarbudaya dan AFS International Program. Agenda Talkshow yang rutin dilakukan bernama KEPTALK, acapkali mengundang komunitas-komunitas milenial yang tersebar di Pontianak – Kalimantan Barat.

69498279_10157594634429168_906564714538991616_n

Diskusi bertajuk “The Untold Story of Sultan Hamid II” kemarin disambut antusias oleh lintas komunitas tersebut. Sedangkan kami, lagi-lagi tak bosan untuk terus mensosialisasikan fakta sejarah ini. Tak jenuh untuk mengkampanyekan bentangan sejarah perjuangan kami. Dengan harapan, langkah gerakan bersama dapat tercapai. Pertanyaan-pernyataan bersambut sesudah pemaparan, layaknya diskusi formal. Namun, secara bersama kami sepakat, untuk maju dengan langkah-langkah yang belum sempat tersentuh.

Selama ini, kami hanya mengiventarisasi hasil penelitian dan data atau dokumen, melakukan penelitian, seminar ilmiah, dan diskusi terfokus dengan kalangan elit negara. Sedangkan kami akui, bahwa sinergitas bersama milenial belum tersentuh. Banyak yang bisa dilakukan bersama, menciptakan karya ilmiah populer atau non ilmiah yang bisa dicerna generasi muda dengan lebih gampang, mudah terekam, dengan visualisasi terkini.