Opini

Mimpi Hebat Anak Mengkalang

Mimpi Hebat Anak Mengkalang

Nah, di sinilah nanti muncul persinggungan antara mimpi mereka dan amanah yang diberikan pada saya agar anak termotivasi belajar, mau membaca dan menulis.

Lalu, lahirlah kejutan itu. Anak-anak dari daerah terpencil ini memiliki cita-cita tinggi dan luar biasa.

Ada yang ingin jadi dokter, guru, dosen, TNI, polisi, pemain bola kaki, pemain bulu tangkis, pengusaha. Bahkan ada dua profesi yang tidak saya duga diimpikan juga oleh mereka: ada anak yang ingin jadi chef – tukang masak, dan ada yang ingin jadi penulis.

Kiranya, mimpi mereka juga sama dengan mimpi anak-anak di daerah terbuka. Saya takjub.

Di balik takjub itu, saya meminta mereka menjaga semua mimpi itu. Caranya dengan belajar dan bersikap. Mereka harus rajin sekolah dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Mereka juga harus menjaga sikap, terutama dengan orang tua. Agar orang tua ridho. Ridho orang tua, doa mereka, akan menjadi pengantar sukses seorang anak.

“Ayo, tadi berangkat sekolah cium tangan Emak, ndak?”

Ruangan jadi heboh. Ada yang pamit dengan orang tua, ada yang tidak.

“Emak berangkat jam 5, kame’ masih tidok,” kata seorang anak.

Saya juga mendapat poin untuk mengingatkan siswa soal pacaran, rokok dan narkoba. Tiga hal ini menghambat bahkan sering memupuskan mimpi.