Opini

Nipah Ayah Serumpun Wasilah

Nipah Ayah Serumpun Wasilah

Suatu hari pekarangan rumah saya direhabilitasi. Rumpun nipah dua titik dikurangi. Satu rumpun saja dipertahankan, satu lagi dibongkar. Nah bongkaran ini dicincang halus dan dibawa ke lahan kosong seberang jalan kompleks. Rupanya cincang halus jadi kalus bagaikan praktikum Kultur Jaringan. Anakan tumbuh dari sekedar bonggol gedebong kosong. Begitu rupanya Allah membuat sesuatu itu hidup. Saya terkesima. Bahwa dari sekedar tukuk daging bonggol pun bisa tumbuh sehat dan rimbun jika Dia berkehendak. Banyak anakan. Sementara saya sempat dua-tiga kali membawa anakan dari kebun ayah ke Purnama tapi keempat kalinya barulah tumbuh subur dan beranak-pinak. Beda kisah jika Dia yang berkehendak. Bonggol dilempar pun bisa tumbuh jauh lebih subur daripada campur tangan agronom! Wasilah nan luar biasa.


Sayang dengan banyak anak-anak si Nipah Ayah saya ambil langkah pisah. Sisihkan anakannya, lalu hatur berjajar. Tanam mereka berhaturan.

Aksi setahun lalu itu berbuah. 3 pohon menggantung dengan eksotiknya…satu tandan pertama telah digoreng dengan maknyos rasanya. Berbagi rasa dengan kolega.