Perbedaan dalam non-positivisme antara pilihan pribadi dengan sebagai akademisi adalah bahwa ketidaknetralan (un-neutrality) dalam posisi pertama, lebih berdasar pada pertimbangan keuntungan (profit) pribadi dan kelompok, bersifat material/finansil. Demikian juga, tidak bebas nilai pada pilihan ini, lebih dipengaruhi oleh keputusan atau pertimbangan nilai yang bersifat pribadi yaitu nilai-nilai kepentingan politis dan ekonomis pribadi, keluarga dan kelompok etnis atau partai politik. Pilihan jenis ini lebih bersifat emosional, kesukuan (ethnocentrism), asal usul keturunan dan agama.
Sebaliknya, pemilihan terhadap Paslon tertentu pada posisi kedua, pertimbangan akademis murni, tidak dilandasi oleh kepentingan pribadi atau kelompok sempit. Motif utama pilihan itu adalah untuk kemaslahatan (benefit/usefulness) masyarakat, daerah dan bangsa yang lebih luas. Namun, pilihan ini tetap tidak bebas nilai yaitu lebih berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, kebenaran, keadilan, persatuan dan kemajuan bangsa.
Berdasarkan pertimbangan di atas, pertanyaan tentang siapa di antara mereka akan menjadi pemenang, dapat dijawab oleh dan pembaca sendiri.
Dialog Terhadap Paslon dan Evaluasi sendiri
