Opini

Pilgub Kalbar 2018: Lima Mantan Kepala Daerah dan Seorang Mantan Anggota DPR RI

Pilgub Kalbar 2018: Lima Mantan Kepala Daerah dan Seorang Mantan Anggota DPR RI

Menurut seorang penjabat di sektor kesehatan dan 2 orang tokoh adat pada dua kabupaten di Kawasan pedalaman, dan sejumlah pejabat, petugas kesehatan, dan pemuka masyarakat pada rumah sakit swasta (RSS) di KalBar, seandainya terpilih nanti, Paslon ini, dari perspektif genjer dan fungsional, memiliki kekhususan. Seorang perempuan, dan dokter menjadi “Gubernur KalBar” pertama. Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI. Walaupun menurut rekan se-komisinya, dia tidak banyak mewarnai lembaga legislatif tersebut.

Namun, dua orang tokoh perempuan lainnya dan seorang tokoh pemuda dalam dunia akademis, yang juga aktivis LSM, tidak setuju pendapat berbau seksisme (sexism). Menurut mereka pandangan ini, berlebihan dan bisa mengarah pada kesukuan sempit (ethnocentrism). Kedua isme ini berkarakter sama dengan wajah beda. Ini tidak tepat menjadi ukuran dalam pemilihan gubernur di KalBar yang tertinggal dalam berbagai bidang.

Baca Juga:Speechless

Mereka percaya, alangkah bermanfaatnya jika setiap Paslon dilihat juga prestasinya: siapapun, menjadi apa dia dan apa yang dilakukan sebelum dan setelah dia memimpin. Bagaimana kepemimpinannya sekurang-kurangnya satu masa jabatan? Ada hasil karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan? Mampukah mereka memutuskan jaringan pengaruh negatif dari pihak di belakang layar?