Opini

Pelesiran Rumah Literasi, Bukan Pelesiran Biasa

Pelesiran Rumah Literasi, Bukan Pelesiran Biasa

Di Museum peserta dapat melihat peninggalan dan duplikasi benda budaya dan benda arkeologi. Mulai dari perminan rakyat, kesenian, siklus hidup, peralatan hidup dan adat istiadat, ada di sana. Peserta diharapkan menggali informasi mengenai semua itu. Mungkin ada yang tak pernah dilihat sebelumnya, atau mungkin ada benda yang pernah dilihat dahulu tetapi sekarang sudah tiada.

Puas mengumpulkan data di Museum, peserta melanjutkan pelesiran ke Mall atau Mega Mall Pontianak. Jaraknya lebih kurang 3 meter. Bangunan Mall dan Museum sederet.

Di Parkiran Mall sedang dilaksanakan pameran kuliner, pameran buku dan bedah buku. Tiga hal itu sama-sama menarik. Kuliner lokal selalu mengundang mata dan tentu saja selera. Mulai dari temet, nasi, hingga berbagai jenis minuman tersedia. Terpulang pada pengunjungnya: lihat saja dan tanya selera, dan keluar biaya.

Pameran buku juga sama menarik karena koleksi yang dipamerkan juga menampilkan karya-karya lokal. Beberapa komunitas dan lembaga berpartisipasi menggelar meja di sana. Setidaknya ada Top Indonesia, Siberdaya, Perpustakaan IAIN Pontianak, Perpustakaan Tepian Kapuas, dll.

Bedah buku Sultan Hamid II menghadirkan tiga penulisnya: Turiman, Nuriskandar dan Anshari. Dipandu Ahmad Sopi DZ.