Namun apakah benar membaca, atau hanya membuka situs-situs jejaring sosial ? Bahkan hanya untuk bersenang-senang bermain game online, judi online yang semakin menjamur dan memanjakan para pengguna internet.
Lebih parah lagi, internet digunakan membuka situs-situs pornografi yang merusak akidah dan akhlak generasi muda bangsa. Ini mungkin salah satu penyebab peringkat Indonesia mendapat penilaian minat baca yang buruk.
Maka saya menilai salah satu upaya mendongkrak minat baca masyarakat kita. Peran perpustakaan harus ditingkatkan. Namun, apakah perpustakaan sudah ada di hati masyarakat kita. Lihat, banyak perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, perpustakaan desa tidak berfungsi dengan baik. Bahkan tak berfungsi sama sekali.
Untuk itu, diperlukan inovasi bagi pengelola perpustakaan sehingga perpustakaan menjadi tempat yang menarik dan menyenangkan. Sayang sekali bukan, jika beribu buku di perpustakaan berdebu. Padahal dengan membaca akan memperluas wawasan kita, membaca buku memberikan kita kemampuan mempelajari keahlian orang-orang yang hebat. Bahkan buku memberikan kita peluang untuk belajar dari ribuan guru-guru terbaik di seluruh dunia.
Namun memang sangat memprihatinkan. Banyak perpustakaan sekolah menjadi gudang. Tak hanya menjadi gudang buku, tapi menjadi tumpukan barang-barang bekas dan dokument kantor yang tak terpakai. Sungguh miris sekali.
