Opini

Pewartaan Informal

Pewartaan Informal

Rangkuman dari ketiga bacaan ini adalah pesan Tuhan agar kita berbuat sesuatu untuk orang lain. Karena, kita oleh Yesus disebut sebagai garam dunia.

Dibangdikan dengan bahan ‘sembako’ yang lain, garam tidak bernilai. Harga paling murah. Tetapi, keberadaannya sangat diperlukan. Tidak hanya untuk penyedap rasa makanan tetapi untuk banyak hal lain. Misalkan untuk mengawetkan makanan, untuk menetralkan tanah yang asam, mengusir ular, dsb. Pendek kata, walau tak berharga, garam sangat bermanfaat.

Dalam Evangelii Gaudium (EG) 127, Bapa Suci, Paus Fransiskus menyatakan bahwa, dewasa ini, ada semacam pewartaan yang dikenakan pada setiap orang sebagai tanggung jawab sehari-hari. Pewartaan itu adalah menyampaikan Kabar Sukacita kepada orang yang dijumpai entah mereka itu sesama atau orang asing. Tanggung jawab ini merupakan pewartaan informal yang diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari bersama orang lain.

Pada saat men-draf naskah ini, tiba-tiba muncul ingatan kisah bijak tentang kerja kolaborasi antara si lumpuh dan si buta. Mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan saling berkontribusi atas kemampaun masing-masing.