Opini

Polemik Sampah Kota

Polemik Sampah Kota

Berangkat dari data yang didapatkan penulis mengenai produksi sampah Indonesia yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh Direktur Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun (Dirjen PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tuti Hendrawati Mintarsih mengungkapkan bahwa di tahun 2016 ada sekitar 65 juta ton sampah per harinya yang diproduksi masyarakat Indonesia. Sampah menjadi permasalahan yang semestinya segera dientaskan. Sebab, awal musibah dan bencana satu diantaranya diakibatkan oleh keberadaan sampah yang tidak terkendali, seperti kebanjiran dan penyakit yang bahkan dapat menyebabkan kematian apabila tidak cepat ditanggulangi. Demikian pula pengamatan sepintas yang dilakukan oleh penulis beberapa waktu lalu di daerah Pontianak.

Sebagai mahasiswa rantauan yang menetap sementara di Pontianak, sejauh ini perihal pengelolaan sampai pemusnahan sampah belum sepenuhnya diketahui. Hasrat penasaran mulai berkumpul saat teman penulis mengajak pergi ke daerah Rasau untuk menyelesaikan penelitian Sosio Ekonomi Lokal di daerah sana. Kemudian ditengah perjalanan penulis melihat tumpukan sampah yang sudah menggunung di tepi jalan. Lalu penulis pun mencoba mendekati tetumpukan sampah tersebut dan sedikit mengamati. Menurut pengakuan teman penulis, sampah ini merupakan sampah gabungan antara daerah Rasau dan kota Pontianak yang ditumpuk dalam satu tempat pembuangan akhir (TPA).