Opini

Prof Anhar Gonggong Mempertanyakan Patriotisme Sultan Hamid, Bandingkan dengan Soekarno dan Sultan HB-IX

Prof Anhar Gonggong Mempertanyakan Patriotisme Sultan Hamid, Bandingkan dengan Soekarno dan Sultan HB-IX

Beramai-ramai keluarga bangsawan dari 12 kesultanan yang ada di Kalbar (termasuk Kesultanan Qadriyah Pontianak kerabat keluarga maupun family Sultan Hamid II), kaum intelektual, tokoh adat, tokoh politik dari semua etnis yang ada: Melayu, Dayak, Cina, Jawa, Batak, Bugis dan etnis lainnya. Mereka dibawa ke lokasi-lokasi pembantaian. Sebagian besar dieksekusi di hutan Mandor. Di sana ditemukan kuburan massal. Jumlah korban secara resmi menurut Pemprov Kalbar 21.037 jiwa.
Apakah fakta sejarah pada timeline ini bisa menjadi patokan Dewan gelar menghilangkan jasa-jasa kepahlawanan proklamator Soekarno?? Tentu tidak!!! Kenapa? Ada jasa-jasa besar Beliau dalam rangka kemerdekaan negara ini. Demikian juga Sultan Hamid II, jasanya luar biasa besar untuk negeri ini.

Sebut misalnya hasil perundingan Konferensi Meja Bundar (1949). Jika Sultan Hamid II selaku Ketua BFO (Federasi Kerajaan-kerajaan di berbagai wilayah Indonesia) tidak setuju dibentuknya Republik Indonesia Serikat, maka tidak akan ada pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Akibatnya perang berkecamuk berketerusan. Banyak tokoh nasional terus dipenjarakan. Korban harta, tahta dan jiwa terus berjatuhan. Pendidikan dan pengajaran tak akan menderivasi dan melipatgandakan nasionalisme kebangsaan Indonesia.