Opini

Renungan 8 Des 2019

Renungan 8 Des 2019

Si kakek, hari ini, sangat bergariah menjajakan topi jeraminya. Di dalam hati ia ingin membeli sebungkus kopi dan gula. Dengan harapan, nanti malam, ia bersama istri dapat menikmati secangkir kopi hangat sembari menyambut kelahiran bayi Yesus.

Namun, hingga lewat tengah hari, belum satu topi pun yang terjual. Dengan kaki gemetaran, karena dingin, ia tetap meneruskan perjalanannya, menyusuri lorong demi lorong menawarkan topinya.

Ketika hari memasuki senja ia memutuskan pulang tanpa membawa kopi dan gula. Tidak ada topi yang terjual. Di depan pintu gerbang desanya, ia memakaikan topi-topi di kepala ke-tujuh patung penjaga desa. Dalam hati, kakek itu berkata, “Pakailah topi-topi ini untuk menahan salju yang telah mulai menutupi sebagian kepalamu”.

Memang, sore itu salju sudah turun. Malam Natal akan terasa indah jika seluruh kawasan tertutup salju, warna putih kemilau. ‘White Christmas’ memeluk hati sepasang kakek-nenek ini.

Sampai di rumah, si kakek berkata, “Nek, aku menyesal tidak dapat membelikanmu barang sebungkus kopi dan gula. Tak ada satu topi pun yang terjual”

“Tetapi, kau tidak membawa pulang topi-topi itu!”, tanya nenek keheranan,

“Semua topi saya pakaikan pada patung=patung penjaga desa kita. Kasihan jika kepala mereka tertutup salju!” jawab kakek.