Saya mulai mencari data-data yang berkenaan dengan ayah untuk saya jadikan tulisan, mulai dari orang-orang terdekat ayah seperti mama, bibi, paman, nenek, bahkan orang-orang yang pernah mengenal ayah semasa hidupnya. Dengan informasi yang mereka berikan, banyak cerita ayah semasa hidupnya yang baru saya ketahui.
Ketika proses penulisan buku pertama saya, setiap kata yang akan dirangkai tidak mudah untuk disatukan. Sebagai seorang pemula dalam kepenulisan banyak kata baku yang tidak saya kuasai. Hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi sebuah buku. Keterbatasan saya dalam menggunakan laptop masih sangat kurang, sehingga menjadi kendala dalam proses menulis buku ini. Setiap cerita yang saya tulis hanya mengandalkan handphone. Selain itu, saya juga harus membagi waktu untuk kuliah dan bekerja. Di sela-sela kesibukan saya bekerja, saya mencicil tulisan sedikit demi sedikit karena harus sesuai target pribadi yang saya tentukan, minimal dalam sehari saya harus menulis lima ratus kata agar saya bisa mengejar target mingguan yang telah ditentukan.
Di tengah semangat yang membara dalam menulis, saya mengalami hal yang tidak pernah saya bayangkan. Saat itu tulisan yang telah berhasil ditulis mencapai 9000-an kata, hilang, menyisakan 2000 an kata. Hal itu saya ketahui ketika saya ingin melanjutkan cerita yang akan saya tulis.
