Tanpa terasa, saat membuka file itu, cairan bening jatuh dari sudut kedua mata saya. Perasaan sedih yang mendalam saat itu saya rasakan karena untuk mencapai 9000an kata bukanlah hal yang mudah bagi saya. RAM handphone yang tidak mampu untuk memuat file menjadi alasan utama hilangnya ribuan kata yang telah saya rangkai.
Ungkapan rasa sedih itu hanya bisa saya ceritakan kepada sumber kekuatan saya, Mama. Saya ceritakan semua keluh kesah yang tengah dirasakan saat itu, bahkan hampir saya ingin mengakhiri cerita yang saya tulis. Namun, Mama tidak membiarkan hal itu terjadi, beliau terus memotivasi saya untuk terus melanjutkan perjuangan yang sudah saya lakukan. Mama orang yang sangat tahu bagaimana perjuangan saya dalam menulis buku yang ingin saya wujudkan.
Setiap kata motivasi yang terlontar dari mulut Mama, saya jadikan hal itu untuk meninggalkan keterpurukan yang tengah dirasakan. Saya mulai menulis kembali kata demi kata yang bisa saya satukan menjadi sebuah cerita, dan tanpa terasa kata itu berhasil saya kumpulkan melebihi jumlah kata yang telah ditentukan.
