Oleh: Yusriadi
Sore itu, kami berjalan ke kampung sebelah. Cuaca cukup cerah, lumayan mengeraskan tanah jalan yang basah tersiram air semalamansemalaman.
Di tengah jalan tiba-tiba kami berpapasan dengan dua orang lelaki paroh baya. Seperti biasa tegur sapa sebagai sebuah bentuk basa-basi dilakukan. Tapi, kali ini mereka mengatakan sesuatu dan Pae yang membawa motor, berhenti. Saya tidak mendengar dengan jelas karena suara mesin motor dan bahasa Jawa. Yang saya tangkap, ada kata, “sapi”.
Tak lama berselang sebuah pickup membawa tiga ekor anak sapi melintas perlahan, dan berhenti. Rupanya sopir pick up dan pengandara motor satu tujuan: ke kampung Pae.
“Itu sapi kelompok IDT,” Pae memberi penjelasan.
Karena sebelumnya saya pernah dengar tentang IDT, saya langsung nyambung. IDT adalah salah satu kebijakan Presiden Soeharto tahun 1990an..
Waktu itu presiden mengeluarkan instruksi bantuan kepada desa tertinggal dalam berbagai, bentuk. Ada sapi, kambing, babi, modal usaha kelapa, dll. Bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat agar dijadikan usaha ekonomi produktif dan digulirkan.
