Bagaimana para pelajar merayakan kelulusan memang bukan parameter kualitas pendidikan, namun merefleksikan moralitas generasi muda. Pasalnya, selebrasi kelulusan siswa semakin hari semakin kelewatan. Boleh saja mereka merayakan rasa senang atas berakhirnya 3 tahun perjuangan, tetapi bukan berarti mereka bisa seenaknya melupakan batasan norma.
Aksi corat-coret yang seolah sudah menjadi ritual tahunan ini memicu kekhawatiran para orangtua. Akhir-akhir ini ramai pemberitaan bahwa corat-coret baju sekolah yang dilakukan tidak lagi mencerminkan akhlakul karimah. Semprotan cat dan goresan spidol banyak dilakukan di bagian-bagian tubuh sensitif dan dilakukan oleh lawan jenis. Banyak foto-foto beredar di facebook menggambarkan buruknya karakter muda-mudi yang membiarkan tubuh mereka disentuh oleh tangan-tangan amoral.
