Maka teriring doa semoga mereka yang bertikai cepat mereposisi diri untuk hidup berdampingan secara damai. Sebab damai itu indah….Pun di syurga–Pusat Damai–tak ada perang….tempat berperang itu ya neraka….(Di neraka itu satu orang dengan orang lain saling tuding dan saling memarahkan. Bahwa yang menyebabkan dirinya masuk neraka adalah si anu dan si anu sehingga dia menjerit meminta kepada Tuhan agar si anu itu ditimpakan azab jauh lebih berat daripada dirinya).
Janganlah kita buat neraka di dunia dan ternyata masuk neraka pula di akhirat. ‘Naudzubillahi min dzalik’. Sebaliknya, mari kita buat dunia ini menjadi syurga nan mesra. Caranya? Mari kita padu kebersamaan dengan membangun daerah saling bergandengan tangan, bergotong royong–sesuai adat dan budaya kita nan menjunjung tinggi toleransi.
Soal sembahyang, sholat, ke Pura, Wihara, Gereja, Kelenteng, ya silahkan nafsi-nafsi. Insya Allah di akhirat nanti juga kita sama-sama menuju ke Nirwana–syurga–Jannah….bersama-sama. Sebab di dunia kita menikmati syurga, di akhirat juga yakin bisa bersama sebab Tuhan Maha Kasih pada manusia yang beriman dan beramal sholeh. Kata-Nya, “Barangsiapa yang hidupnya di dunia ia buta, di akhirat lebih buta lagi.” (Penulis Direktur Pusdiklat TOP Indonesia dan Pimred Teraju.Id, Mengajar Jurnalistik di berbagai universitas)
