Kita terus bersemangat dalam membangun. Namun jangan lupa bagi kita semua untuk terus meyatukan hati secara ‘istiqomah’. Satukan pikiran persatuan dan kesatuan. Jangan generasi sekarang sibuk dalam semangat membangun, namun nanti hancur semacam Aleppo karena pertikaian….
“Tempo doeloe” Kalbar bertikai hanya gara-gara hal sepele. Misalnya senggolan motor, tabrakan mobil, bahkan senggolan dua remaja di depan pentas hiburan rakyat. Lantas meluas jadi pertikaian etnis. Korban jiwa tak terhindar. Rumah-rumah dibakar…
Membangun adalah mengadakan yang belum ada menjadi ada. Membangun adalah merawat yang sudah ada. Membangun adalah meningkatkan dari yang sudah ada menjadi bertambah-tambah.
Membangun itu proses yang lama dan berkelanjutan, namun menghancurkannya cepat sekali (lihat Aleppo)….Lihat gambar yang diunggah di artikel ini. Coba bayangkan berapa rupiah membangunnya? Coba hitung berapa rupiah dihancurkan akibat hati dan pikiran amburadul? ***
Kesimpulannya: Warga Kalbar yang cerdas karena cepat mereposisi diri untuk hidup berdampingan secara damai ‘kudu’ kita rawat dan jaga bersama. Jangan seperti belahan dunia lain yang kesibukannya perang “selarat”.
