Sebab syukur yang utuh seharusnya tidak bergantung pada siapa yang lebih menderita. Ia seharusnya bisa lahir bahkan ketika tidak ada yang bisa dibandingkan.
Kalau tidak, kita akan terus mencari yang lebih buruk hanya agar bisa merasa cukup. Dan itu, pelan-pelan, bisa membuat kita kehilangan makna syukur yang sebenarnya.
Baca Juga:Saat Abang Ikut Bicara Soal Pemilu
