Opini

T(el)epati!, Kumpulan Cerita Lokal yang Dahsyat!: Cerita dari Peluncuran Buku Along Siwi

T(el)epati!, Kumpulan Cerita Lokal yang Dahsyat!: Cerita dari Peluncuran Buku Along Siwi

T(el)epati telah dikenal sejak Kalbar Book Fair Tahun 2016 di Rumah Radakng. Pada kegiatan tersebut banyak yang meminati buku terbitan Pustaka Rumah Aloy ini, tak heran belum saja “aqiqah” untuk diperkenalkan pada khalayak, Direkturnya, Maryadi terlihat memaksakan senyum, “Habis!” katanya.

Bagaimana tidak, warung kopi V’note yang Sabtu malam itu diramaikan dengan pengunjung Peluncuran dan Bedah Buku, bertanya-tanya, “Bukunya ada?” dan menegaskan “Saya mau beli!” Berjudul T(el)epati! Ternyata membuat banyak pertanyaan, “Mengapa tanda baca kurung berada di antara ” el”? Apa artinya? Apa sejarahnya?

Redi atau akrab dipanggil Kakanda Redi tak mau menyiakan waktu untuk meminta jawaban dari mahasiswi Prodi Bahasa dan Sastra Universitas Tanjungpura tersebut. Pada Along, ia berkata “T(el)epati!, apabila ” el” dihilangkan akan menjadi Tepati! Apa itu berhubungan dengan maksud cerita?”

Sajidin yang memandu cerita, juga tak dapat menahan peran, ia juga mencoba ikut mengungkapkan penasarannya. “Jujur, sewaktu buku ini di Book Fair, banyak yang nanyak same saye, saye pon ade beli buku ini ni, apeee maksud judul e, a sekarang Kak Siwi ni ceritekan ngan kite-kite ni”.