Semestinya Tuan tidak perlu memperlakukan Bung Karno itu sedemikian rupa, yang mungkin karena perasaan kerdil Tuan. Sebenarnya Tuan akan lebih terhormat apabila Bung Karno itu sebagai Pemimpin Besar Revolusi dapat meninggal secara wajar bukan karena tersiksa dalam tahanan. Adalah suatu kerugian besar sekali bagi Indonesia bahwa Bung Karno itu telah mendapat perlakuan yang tidak wajar seperti itu setelah beliau mengabdi selama hidupnya untuk Negara Indonesia dan bangsanya.
Pada akhir surat terbuka ini saya akan tutup surat ini dengan mengenang kembali akan kecintaan dan kemesraan saya terhadap Bung Karno dengan seruan!!!
Paris tgl 16-4-1970
Tertanda
Ratna Sari Dewi Soekarno
*(Sumber berita Hukum, Ketua Pembina A Muhajir Sodruddin, SH, MH. Konsultan Hukum Muhajir Sodruddin & Partners Jurizal Dwi, SH., MH. Dolfie Rompas, S.Sos.,SH., MH. Aminuddin Uzir, SH. Detik-detik terakhir wafatnya Soekarno 21 Juni 1970 pukul 7:07 WIB dalam tahanan ORBA, sebuah kesaksian istri Soekarno: https://www.facebook.com/107287794081735/posts/175120017298512/)
